Senin, 30 Januari 2012

ANTARA LIBERALISME,KOMUNISME,PANCASILA

1.LIBERALISME


  • Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Ada tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak Milik (Life, Liberty and Property). Dibawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme tadi:
§  Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi.
§  Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.
§  Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)
§  Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (Undang-undang), persamaan dimuka umum, dan persamaan sosial
§  Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)
§  Negara hanyalah alat (The State is Instrument).Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri.  Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan.
§  Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism).Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 – 1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah

  1. Kenapa Liberalisme tidak diterapkan diindonesia?


Secara umum, liberalisme ingin menciptakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan dalam suatu kebebasan, baik itu kebebebasan dalam berpikir, kebebasan berpendapat, beragama berpikir bagi para individuserta kebebasan pers. Liberalisme lalu berdampak pada aspek politik yang berwujud pada sistem Demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas.Walaupunkita tidak bisa selalu mengidentikkan bahwa Demokrasi sudah pasti Liberal. Demokrasi, sampai detik ini, merupakan sistem politik terbaik yang dipunyai oleh peradaban manusia karena menghargai perbedaan dari setiap manusia, dan menjunjung penyama-rataan hak-hak politik masyarakat dan kebebasan beropini rakyat.

Liberalisme di sisi lain juga berdampak pada aspek ekonomi, dalam wujud kapitalisme. Suatu sistem ekonomi yang sangat menekan campur tangan pemerintah dan bergantung pada mekanisme pasar demi “nilai-nilai kebebasan” yang tadi disebutkan.Juga demi memacu daya saing manusia dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Sangatlah masuk akal memang, jika manusia akan sangat terpacu untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka jika diberi kepemilikan hak milik pribadi dan kebebasan mengelola dan mendaya gunakannya secara maksimal dan bebas.Dengan kebebasan yang diberikan kepada setiap individu dapat mengakibatkan individu tersebut melakukan eksploitasi terhadap sumber-sumber produksi yang ada.

Kebebasanyang bertanggung jawab ala liberalisme tidak melihat kebebasan secara keseluruhan sebagai kebaikan.Suara sebagian besar (yang belum tentu benar) menjadi hukum yang berlaku.batas-batasyang besar dari kebebasan individu bisa jadi merugikan kebebasan secara umum , dalam skala luas. Kebebasan yang diberikan sebagai individu yang bebas membiarkan manusia akan begitusaja membuat peraturan, akan memangsa manusia yang lemah.

Hobbes menganggap bahwa manusia memiliki sifat egois dan licik yang akan sangat membahayakan jika dibiarkan terus menerus. Ia berpendapat bahwa dalam keadaan alamiah dan bebas, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Montesquieu, mengatakan bahwa kemerdekaan mutlak individu mempunyai kemungkinan yang sangat besar untuk mengancam kebebasan individu lain, sehingga harus ada pembatasan yang cukup oleh hukum dan Undang-Undang dari pemerintah.

Pada dasarnya dalam liberalisme melahirkan berbagai dengan kelemahan dan kekuatannya masing-masing.Oleh karena itu, tidak bisa kita anut secara penuh dan menyeluruh jika diterapkan di Indonesia. Nilai-nilai kebebasan, walau bagaimana pun, harus dibatasi, bukan dikekang secara tegas sesuai dengan kesepakatan nilai-nilai serta norma di Negara yang telah terbentuk akibat kultur, karena manusia hidup dalam lingkungan kemasyarakatan sebagai lingkup kecil, dan identitas bernama Negara dalam lingkup besar, sehingga kebebasan yang ia punya tidak bersinggungan dengan hak-hak yang juga dimiliki orang lain agar tercipta suatu kerukunan dan keadilan yang sebenar-benarnya.

Indonesia sendiri yang lebih menganut paham demokrasi Pancasila, yang mempunyai nilai-nilai yang luhur mengenai konsep-konsep kerja sama, kerukunan, dan gotong-royong yang menurut penulis merupakan nilai-nilai yang paling mulia dan memiliki makna “keadilan dan penghargaan hak-hak individu” dalam arti sesungguhnya oleh karena itu tidaklah cocok dengan liberalisasi di segala bidang, terutama bidang ekonomi. Di bidang ekonomi, Indonesia mempunyai ciri khas

kelebihan:  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. Masyarakat                       tidak perlu menunggu komando dari pemerintah. Setiap individu bebas untuk memiliki..

                      2.Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong              partisipasi masyarakat  dalam  perekonomian.


                      3. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.


                      4. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.


                      5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari 
keuntungan


                      6. Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita ataupun ulasan yang dibuatdalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan lembagaatau pemerintah.

                      7. Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun.Kelemahan

Kekurangan: Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan.Sedangkan  golongan  pekerja  hany a  menerima  sebagian  kecil  dar i pendapatan.


                     2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin   kaya, yang miskin  maki n  miskin.

                     3. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.

                     4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang seringterjadi

                     5. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol
.
                     6. Sehingga  pers se baga i  media  komunikasi  dan  media  masa  sangat  efektif  menciptakan  mage  dimasyaraka t  sesuai  misi kepentingan  mereka





2.KOMUNISME

  • Komunisme
     adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischenyang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas(sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.

    Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dariproduksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.

    KENAPA KOMUNISME TIDAK DITERAPKAN DIINDONESIA?


    Indonesia pernah menjadi basis komunis terbesar di Asia setelah Cina. Komunis dibawa ke Indonesia oleh Hendric Joseph Fransiscus Marie Sneevliet , melalui ISDV (Perkumpulan Sosial 
    Demokrat Hindia Belanda, menyusup lewat Serikat Islam).


    Kemudian, ISDV berevolusi menjadi PKI pada tahun 1920an, dan mulai menerapkan asas-asas yang ane sebutkan di atas. Proletariatisme (Pro rakyat kecil) di Indonesia-lah yang paling berpengaruh



    Partai Komunis Indonesia juga merupakan partai komunis terbesar di Asia, selain Cina, dengan anggota utama (anggota PKI 3.5 juta orang, dan kader-kader dari organisasi afiliasi PKI yang berjumlah 3 juta orang. Saat Soekarno memimpin, Indonesia cenderung mengarah ke komunisme, karena penerapan Demokrasi Terpimpin dan penerapan Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunisme). Setelah reformasi, gerakan komunis bangkit (secara rahasia tanpa partai, karena dilarang bikin partai komunis; tapi ada satu partai sosialis: Partai Rakyat Demokratik). Jika Gerakan 30 September tidak terjadi, Indonesia bisa jadi negara komunis yang besar, mengikuti langkah Soviet, namun insiden G30S, yang menurut Soeharto didalangi PKI (padahal bukan, ini pengambinghitaman komunis), yang menyengsarakan rakyat: yang menurut Soeharto komunis (padahal belum tentu benar komunis) dibantai. 

    Banyak juga yang jadi tahanan politik karena ini (jujur, menurut ane, pelarangan komunis di Indonesia=pelarangan kebebasan berideologi di Indonesia=pelanggaran HAM). Pengaruh komunis lain juga masih ada di Indonesia: sikap protokoler, mengagungkan pemimpin. Sebenarnya sikap ini gak perlu dimiliki, toh presiden juga manusia (di Chile, penambang yang terperangkap biasa aja tuh sama presidennya, sama-sama manusia kenapa harus diagung-agungin sih?).

    Komunisme, meskipun hampir punah, masih terus eksis. Di Eropa, partai komunis menjadi oposisi, dan berusaha mencegah usaha pemerintah yang mungkin berujung ke tirani (kekuasaan absolut). Seharusnya kebebasan berideologi yang diterapkan di Eropa ini diterapkan juga di Indonesia 





    KELEBIHAN:

                    1.Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah lebih mudahmengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan ekonomi lainnya.


                    2.Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.



                    3.Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
.
                    4.Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.

                    5.Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada



         KEKURANGAN:


                    1.Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai – nilai komunis

                    2.Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh pusat



                    3.Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat

                    4.Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya